Lintas Indonesia

Informasi Dunia PTC

Cellular Corner

Tampilkan postingan dengan label berita pekalongan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita pekalongan. Tampilkan semua postingan

Tiga Rekomendasi DPRD Terkait Lambatnya Pemkot Pekalongan Tangani ROB

23 Juni 2016

Pemerintah Kota Pekalongan dinilai lambat dalam menangani masalah rob di wilayahnya. hal ini membuat gerah DPRD Kota Pekalongan. Ketua DPRD Kota Pekalongan, Balqis Diab mengatakan pihaknya meminta kepada Pemkot untuk segera menetapkan kondisi tanggap darurat bencana serta melakukan evaluasi dan perencanaan menyeluruh secara terukur untuk mengatasi persoalan rob. Ini sesuai dengan hasil rekomendasi yang ia terima.

"Ini agar bencana rob tidak menjadi momen atau even berkelanjutan yang setiap saat terjadi di Kota Pekalongan," ucap Balqis, Kamis (17/6/16) siang kemarin.

Balqis berharap, penanganan rob agar bisa terpadu dan maksimal sehingga rob tidak ada lagi di Kota Pekalongan.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Komisi C DPRD Kota Pekalongan, Sudjaka Mertana mengatakan, usai melakukan rapat kerja dengan beberapa intansi terkait tentang persoalan rob, kini pihaknya telah menyampaikan 3 rekomendasi kepada Ketua DPRD. Agar 3 hal tersebut bisa ditindak lanjuti oleh Pemerintah Kota Pekalongan.

"tadi kita dengarkan banyak hal yang terkait dengan kondisi rob di wilayah utara. Maka kita telah sampaikan 3 rekomendasi kepada Ketua," ujar Anton, panggilan akrab Sudjaka Mertana.

Tiga rekomendasi tersebut antara lain, :

(I) , Agar pemerintah Kota Pekalongan segera menetapkan tanggap darurat bencana.

(II) , Penanganan rob secara konperensif dan menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak sehingga hasil yang didapat bencana rob tersebut semakin berkurang bukanya malah bertambah.

(III), Pemerintah Kota Pekalongan untuk secepatnya menangani warga yang terdampak rob agar penderitaanya bisa teratasi dan sumber kehidupan dasar sehari-hari mereka bisa terselesaikan hingga bisa menjalani kehidupan normal seperti semula.

"Tiga hal tersebut telah kita rekomendasikan kepada Ketua DPRD untuk bisa ditindak lanjuti oleh Pemkot Pekalongan supaya kondisi di wilayah utara bisa pulih kembali," tuturnya.

Lanjutkan..

Persiapan Jalur Mudik Kabupaten Pekalongan Menghadapi Lebaran

Menjelang lebaran, persoalan yang sering terdengar adalah bagaimana kesiapan jalan di jalur mudik menghadapi lonjakan pemakai jalan menjelang dan sesudah hari lebaran. Bagaimana kesiapan jalan di Kabupaten Pekalongan yang merupakan jalur mudik utama daerah Pantura menghadapi lonjakan pemakai jalan pada lebaran tahun ini?

Sejauh ini, pembangunan jembatan Sepait B belum selesai. Padahal jembatan B yang ada di jalur Pantura, Desa Sepait, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan itu merupakan jalur mudik utama, sehingga diprediksi akan membuat arus lalu lintas di kawasan Pantura Pekalongan akan mengalami hambatan, belum lagi keberadaan pasar tumpah Wiradesa yang turut andil membuat kemacetan bertambah parah.

Menurut PPK Jembatan Wilayah I Jawa Tengah, Yakfur mengatakan, pembangunan jembatan Sepait B diperkirakan akan selesai pada hari H, atau pas Lebaran.

"Akan tetapi kami telah menyiapkan jembatan darurat dan jembatan Sepait A yang terletak disebelahnya untuk memecah kepadatan arus kendaraan yang melintas," ucap Yakfur.

Nantinya menurut Yakfur, arus kendaraan akan dipecah menjadi dua, kendaraan kecil akan diarahkan melewati jembatan darurat, sedangkan kendaraan berat akan melewati jembatan Sepait A.

"Kita sudah koordinasi dengan Korlantas dan Polres Pekalongan untuk merekayasa arus lalu lintas," terang Yakfur.

Selain jembatan Sepait, di wilayah Pantura Jawa Tengah juga tengah diselesaikan pembangunan 2 jembatan yang berlokasi di kabupaten Tegal, jembatan Pah yang masih dikebut penyelesaianya. Diperkirakan akan selesai sebelum H-20 lebaran.

Lanjutkan..

Warga Pakisputih Tewas Tertabrak Kereta Api

30 Juni 2012

Seorang pria tanpa identitas tewas setelah tertabrak kereta api barang di perlintasan kereta api Kelurahan Sapuro, Kecamatan Pekalongan Barat hari Jum’at (29/06) sekitar pukul 11 siang.



 Pria yang diperkirakan berumur 30 an tahunan ini ditabrak Kereta Api barang Loko nomor 1010 yang datang dari arah barat ke timur di perlintasan kereta api yang berada di sebelah utara Tempat Pemakaman Sapuro.

Suhaimin warga Sapuro mengatakan ia kaget melihat kereta api barang berhenti mendadak. Setelah dilihat ternyata kereta telah menabrak pria tanpa identitas tersebut. Suhaimin menjelaskan korban diduga tersandung ketika akan menyeberang di sekitar palang pintu kereta api Bendan,namun naas pada saat bersamaan kereta api barang melintas sehingga tubuhnya terseret hingga ke wilayah Sapuro. 

Sementara itu Juru Bicara Kepolisian AKP Purwanto kepada Radio Kota Batik mengatakan berdasarkan kondisi korban di TKP diduga korban memiliki niat untuk bunuh diri. Purwanto menjelaskan pihaknya hingga kini cukup kesulitan dalam melakukan penyidikan penyebab terjadinya kecelakaan karena tidak ada saksi yang melihat secara langsung saat tabrakan. Purwanto menambahkan bagi warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya bisa datang ke Rumah Sakit Bendan.Ciri-ciri dari korban adalah menggunakan celana pendek jeans biru tubuh agak gempal dan tinggi sekitar 170 an cm. 

Sabtu pagi, tersiar kabar bahwa korban tewas tertabrak kereta tersebut adalah Kapi alias Kapuk warga desa Pakisputih kecamatan Kedungwuni.

Lanjutkan..

Tiket Pertandingan Persip Naik Harga

22 Januari 2012

Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan Persip Pekalongan telah memutuskan untuk menaikkan harga tiket laga Persip melawan Persita Tangerang pada Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia Grup I yang akan digelar di Stadion Kota Batik, Kraton, Kota Pekalongan, Senin (23/1) mendatang.



Ketua Panpel Persip, Bambang Ismunarto mengatakan, hal itu bertujuan untuk mencapai target pemasukan bagi Persip, karena pada laga perdana saat Persip menjadi tuan rumah yakni saat menjamu PSGL Gayo Lues pada 3 Januari lalu, pemasukan dari penjualan tiket masih jauh dari harapan. "Akhirnya kita putuskan untuk menaikkan harga tiket pertandingan Persip," kata Bambang, kemarin (19/1).
Ia menjelaskan, kenaikan harga tiket tersebut akan diberlakukan terutama untuk tribun utara, selatan, dan timur. Perinciannya, harga tiket untuk tribun utara dan selatan yang sebelumnya dipatok seharga Rp 5.000, naik dua kali lipat menjadi Rp 10.000. Untuk tiket di tribun timur, semula Rp 10.000, dinaikkan menjadi Rp 15.000. Tiket untuk tribun barat, masih tetap dipatok seharga Rp 20.000, demikian pula dengan tiket VIP (tribun utama) seharga Rp 25 ribu.
"Sedangkan untuk anggota Kalong Mania, masih tetap kita tempatkan di tribun timur, dengan harga tiket masuk Rp 10.000, atau lebih murah Rp 5.000 dari penonton umum di tribun yang sama," jelasnya.
Bambang menambahkan, selain evaluasi soal harga tiket, Panpel juga akan meningkatkan bidang keamanan di dalam maupun di luar stadion selama laga Persip vs Persita berlangsung. Selain masih tetap diperkuat oleh 150 personil Polres Pekalongan Kota, petugas Satpol PP juga akan dikerahkan untuk turut membantu terciptanya ketertiban selama pertandingan berlangsung. "Kita akan menambah tenaga keamanan dari Satpol PP sebanyak 15 personil," imbuhnya.
Sedangkan masalah perparkiran, yang mana pada saat laga kandang pertama digelar masih terjadi kepadatan kendaraan di sisi timur, Panpel berencana untuk mengatasinya dengan hanya membuka satu pintu utama stadion, yakni di sebelah barat. Gerbang utama ini selama ini tidak dibuka bebas lalu lalang kendaraan karena lokasi itu berada tepat di pintu utama menuju arena sirkuit balap motor.
Menurut Bambang, pihaknya secara lisan sudah mendapatkan izin dari Walikota Pekalongan untuk menggunakan arena sirkuit tersebut agar bisa digunakan sebagai tempat parkir kendaraan penonton laga Persip vs Persita. "Namun izin secara tertulis belum ada," ulasnya.
Lebih jauh Bambang menegaskan, secara umum pihaknya mengaku telah siap untuk menggelar pertandingan akbar antara Persip melawan Persita, Senin mendatang. "Berbagai pembenahan di lapangan sudah kita lakukan. Intinya kita sudah siap untuk menggelar pertandingan di Stadion Kraton," tegas Bambang Ismunarto.
Sementara itu, CEO Persip H Budi Setiawan atau yang akrab disapa Wawan sangat mengharapkan para pecinta Persip di Kota Pekalongan dan sekitarnya yang ingin menonton pertandingan di stadion agar membeli tiket masuk. Ia melihat, pada saat Persip menjadi tuan rumah menjamu PSGL Gayo Lues Aceh awal Januari lalu, masih banyak penonton yang masuk tanpa tiket.
"Sehingga pemasukan dari penjualan tiket masih jauh dari terget kita, yakni sekitar Rp 32 juta, dari target sebesar Rp 75 juta hingga 75 juta. Terus terang kami kecewa dengan hasil itu," tuturnya.
Terkait dengan adanya keputusan menaikkan harga tiket pertandingan Persip, Wawan mengharapkan agar masyarakat pecinta Persip bisa memahaminya. "Ini semua demi kemajuan Persip Pekalongan ke depan," imbuh Wawan.

SIAP TANDING

Sementara itu, pelatih Persip Nasal Mustofa menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai pembenahan untuk memperbaiki penampilan tim, supaya saat melawan Persita nanti Persip bisa meraih poin penuh. "Latihan-latihan dan peningkatan kerjasama antar lini sudah kita lakukan," ungkapnya kemarin.
Nasal mengatakan, hingga kemarin kondisi kesehatan anak-anak asuhnya dalam kondisi fit. Termasuk striker andalan Persip, Nur Coyo, sudah siap diturunkan saat melawan Persita nanti.
Terkait dengan penampilan striker asing Persip asal Mali, Dede Tamboura, Nasal mengatakan sudah ada peningkatan penampilan. Karena, Dede bisa mengakhiri paceklik golnya, dengan mampu menyumbangkan satu gol untuk Persip, saat laga tandang melawan Persis Solo, Senin (16/1) lalu.

Sumber: Radar Pekalongan

Lanjutkan..

Tukang Becak Perkosa Anak SD

13 Januari 2012

Malang nian nasib Bunga (nama samaran), gadis belia 12 tahun warga desa Pakis Putih kecamatan Kedungwuni kabupaten Pekalongan. Seorang tukang becak yang juga tetangganya tega merampas mahkotanya. Entah bagaimana masa depan gadis malang tersebut. Bagaimana kisah pemerkosaan anak SD oleh tukang becak?


Gambar ilustrasi (Republika.co.id)

Kejadiannya pagi ini, Jumat 13 januari 2012. Seorang sumber mengatakan bahwa Bunga sedang jalan-jalan pagi bersama 2 orang kawannya. Ketika lewat depan POM bensin di desa Pakis Putih kecamatan Kedungwuni, seorang tetangganya yang berprofesi sebagai tukang becak, sebut saja Bandot, memanggilnya. Entah diiming-imingi apa sehingga Bunga mau menghampiri Bandot sehingga akhirnya terjadi pemerkosaan. Sebagai uang tutup mulut, Bandot memberi Bunga Rp 50ribu dengan pesan untuk tidak memberitahukan siapa-siapa kejadian tersebut.

Namanya anak, tetap saja bunga tidak bisa menyimpan rahasia. Anehnya, ibu korban terkesan tidak peduli dan tidak melaporkan kejadian tersebut ke pihak yang berwajib. Malahan, kejadian ini seakan-akan dirahasiakan. Hanya saja barang busuk tetap tercium kemana-mana. Sebagai catatan, Bandot memang sering memberi uang pada bunga, kadang Rp 5ribu kadang Rp 10ribu.

Jika kejadian seperti ini didiamkan, tidakkah Bandot akan merasa aman untuk mengulangi perbuatannya lagi? Tidakkah Bunga bakal menjadi korban lagi? Bukankah akan bermunculan "bandot-bandot" lain yang akan menambah daftar "bunga-bunga" lain sebagai korban? Semoga yang bersalah mendapat balasan setimpal.

Lanjutkan..

Promosi Pergelaran Anugerah Batik di Internet

Pergelaran Anugerah Batik yang diusung Suara Merdeka dan Pemkab Pekalongan diminati oleh puluhan ribu pemerhati dari berbagai negera dunia.
Hal itu diketahui dari link www.g1bproduction.blogspot.com yang dilauncing 30 Desember 2011 lalu untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai agenda acara pergelaran di Kabupaten Pekalongan.


Foto Bersama Bupati Pekalongan Drs H Amat Antono MSi, Wakil Bupati Fadia Arafiq dan Asraf

Menurut pengarah acara, H Khilmi Firdaus SE, blog tersebut yang dirancang oleh programmer event Jaoed Khaeruddin dan memunculkan ikon ''From Kajen Pekalongan to Visit Central Java Years 2013'' cukup menarik perhatian pengunjung dunia maya.

"Link tersebut sudah dilakukan perubahan sebanyak tiga kali, perubahan pertama dilakukan dengan rata-rata kunjungan perhari hanya 50 pengguna internet, kemudian perubahan kedua dengan backround batik rata-rata pengunjungnya meningkat mencapai 20 perhari," katanya.

Kemudian pada saat perubahan ketiga dengan menampil ikon tema kegiatan ''From Kajen Pekalongan to Visit Jateng Years 2013'', mulai terjadi peningkatan pengunjung dengan trafik rata-rata 1.500 pengunjung per hari.
Kondisi demikian memosisikan jumlah kunjungan link sekarang ini mencapai 12.355 sampai berita ini ditulis, dengan grafik kunjungan statistik mingguan berdasarkan kunjungan negara di antaranya Indonesia (6.048), Amerika Serikat (790), Britania Raya/Inggris (175), Belanda (121), Kanada (62), Prancis (41), Jerman (27), Filipina (26), Arab Saudi (18), dan Malaysia (16).

"Dengan jumlah tersebut berarti link kami ini sangat diminati orang-orang dari berbagai negara yang ingin mengetahui kegiatan Anugerah Batik dan perjalanannya," tandas Khilmi Firdaus.

Tak hanya itu, gadget poling yang disertakan untuk penentuan peraih anugerah persahabatan juga menjadi salah satu faktor melesatnya jumlah kunjungan di link dengan dukungan sponsor dari berbagai pihak tersebut.

Sumber : Suara Merdeka Online

Lanjutkan..

Tentang Teroris yang Ditangkap di Pekalongan

14 Juni 2011

Adikku yang kebetulan kepala dusun di desaku, cerita bahwa dia ditegur oleh kepala desa karena ada orang dari luar daerah yang mengontrak di rumah salah satu penduduk desa di wilayah dia yang tidak melapor, padahal sudah tinggal hampir setahun. Awalnya orang tersebut datang ke balai desa untuk meminta surat ijin usaha guna mengambil kredit usaha rakyat (KUR). Sang kepala desa, yang tidak tahu menahu keberadaan orang itu, tentu saja terkejut. Orang tersebut dimarahi, mengapa dia tidak melapor ke RT/Kelurahan ketika pertama kali datang, justru datang hanya ketika butuh saja.

Sikap kepala desa tersebut tentu saja dapat dimaklumi. kebetulan saja orang tersebut hanya orang biasa yang mengontrak di salah satu rumah warga desa kami, bukan teroris. Jika sebaliknya, tentu kepala desa yang akan dimarahi oleh atasannya. Seperti halnya yang terjadi di jalan Toba 33 A Keputran, Kota Pekalongan, dimana ada 2 terduga teroris yang ditangkap densus 88.

Adanya kabar penangkapan dua tersangka teroris yang dilakukan aparat Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri di sebuah konter HP di jalan Toba 33 A, Keputran, Kecamatan Pekalongan Timur, Jumat (10/6) malam hingga Minggu, seperti yang telah diberitakan beberapa media nasional, ternyata tidak banyak diketahui warga. Mereka tidak tahu menahu mengenai penangkapan itu.

Seperti yang dikatakan oleh Lurah Keputran, Sutoro, kepada sejumlah wartawan yang melakukan penelusuran di lokasi kejadian pada Senin (13/6) siang. Kepada wartawan, dia menuturkan bahwa HK, salah seorang tersangka teroris yang kabarnya ditangkap tim Densus 88 Mabes Polri, bukan merupakan warganya. "Saya tidak tahu ada penangkapan itu, karena memang tidak ada yang memberitahu," ucapnya.

Lanjutkan..

Grosir Batik Setono Ramai Saat Cuti Bersama

03 Juni 2011


PARA pedagang batik di Pasar Grosir Setono mendapatkan berkah tersendiri dengan adanya libur panjang 'week end' minggu ini. Karena, banyak rombongan yang sedang dalam perjalanan singgah di pusat batik di Kota Pekalongan tersebut. Kenaikan omzet, dihitung hingga 50 persen dari hari biasa.
Dari pantauan Radar, Jumat (3/5) pagi puluhan mobil dan motor parkir berderetan memenuhi arae parkir di Pasar Grosir Setono. Puluhan motor dan mobil tersebut didominasi dari luar daerah yang nampak dari nomor polisi kendaraan tersebut. Bahkan banyak pula deratan bus-bus pariwisata yang singgah dalam pasar unggulan warga kota batik tersebut.

Salah satu pedagang yang ditemui Radar, Alfi (25) warga Setono mengatakan, dengan libur panjang, dirinya sangat bersyukur karena omzet pendapatan naik hingga 50 persen bila dibandingkan dengan hari biasa.
"Memang benar, liburan ini membuat pendapatan saya naik bahkan mencapai 50 persen. Para pengujung kebanyakan dari Jakarta dan sekitarnya. Bisa dibilang dengan liburan pengunjung berjubel hingga ratusan orang perhari, namun kalau hari biasa paling cuma beberapa puluh saja," ujar pengelola toko batik 'Walisongo' tersebut.
Meski pengunjung banyak yang datang saat liburan, namun begitu pihaknya tidak serta merta menaikkkan barang dagangannya. Baginya, yang terpenting para pembeli puas dengan kualitas barang dagangannya.
"Meski ini moment yang tepat untuk meraup untung sebesar-besarnya, namun saya tidak serta menaikkan harga jual dagangan, karena yang penting mengutamakan kepuasan pelanggan dengan kualitas barang dagangan. Cuma saya berharap, dalam setiap bulannya, banyak tanggal merah dan banyak yang cuti bersama seperti ini," ujarnya dengan senyum lepas.
Sementara itu, Ketua Umum Koperasi Pengusaha Batik Setono, Alamul Huda (49) saat ditemui di ruang kerjanya menyampaikan, frekuensi pengujung lebih meningkat sekitar 50 persen bila dibandingkan dengan hari biasa. Namun begitu, pengunjung diperkirakan tambah ramai saat arus balik cuti panjang tiba.
"Peningkatan pengunjung hingga 50 persen, tidak menutup kemungkinan lebih besar pada saat arus balik. Pasalnya, saat perjalan pulang biasanya lebih santai daripada saat berangkat," ucapnya.
Masih menurut Alamul Huda, meski tidak mempersiapkan secara khusus menyambut pengujung, namun pihaknya selalu melakukan berbagai pembenahan. Yang terpenting, pengunjung bisa nyaman dan puas.
"Yang terpenting bagaimana menciptakan iklim yang bagus. Sehingga para pengunjung betah, nyaman dan puas berbelanja di Pasar Grosir Setono. Dengan begitu akan lebih maju dan berkembang," harap Alamul Huda yang juga Kepala Sekolah SD Setono 2 tersebut. (*)

Lanjutkan..

Hasil Pilkada Pekalongan 2011: Quick Count

03 Mei 2011

pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Pekalongan yang di Gelar Hari ini Minggu 1 Mei 2011, menurut penghitungan sementara pilkada Pekalongan pasangan Fadia Arafiq yang diusung Partai Demokrat, PPP, PKNU, dan Partai Gerindra, diprediksi memenangi pilkada di Kabupaten Pekalongan (Jateng), Minggu (01/05/2011). Hasil perhitungan cepat KPUD setempat memposisikan pasangan nomor urut 4 ini meraih suara 59,88 persen.


Calon incumbent Dra. Hj. Siti Qomariyah, MA (bupati Pekalongan saat ini) yang berpasangan dengan Riswadi menempati posisi kedua dengan persentase perolehan suara 33,63 persen. Qomariyah yang diusung oleh PKB dan PDI Perjuangan ini juga kalah telak di TPS tempatnya memilih yakni di TPS Nomor II SD 01 Desa Nyamok RT 05 RW 02, Kecamatan Kajen.

Begitu pula dengan Ir. H. Wahyudi Pontjo Nugroho, MT (wabup incumbent) yang berpasangan dengan dr. Broto Raharjo, juga harus menerima kekalahannya dengan perolehan suara 4,88 persen. Pasangan lain yang diusung independen Imam Djamhuri - Cashuri, SH (nomor urut 1) hanya meraih suara 1,6 persen.

Ketua KPUD Pekalongan Dwi Mei Narna SH mengatakan, jika melihat hasil perhitungan suara sementara, maka pelaksanaan pilkada Pekalongan akan berlangsung satu putaran saja. ”Perolehan suara salah satu pemenang sudah lebih dari 30 persen sebagai syarat minimal. Jadi kemungkinan besar pilkada hanya satu putaran saja,” kata Dwi Mei Narna,Minggu (01/05/2011) malam.

Amat Antono di tempat pencoblosan di TPS 2Tegaldowo, menang mutlak. Dari lima TPS yang ada, suara Antono-Fadia mencapai 1.011, disusul Qori hanya 484 suara, sedangkan padangan Ponco maupun Imam masing-masing hanya mendapatkan dua suara.

Hal sama terjadi di TPS incumbent Siti Qomariyah, Suara Amat Antono menang telak, dengan perolehan 321 suara, sedangkan Qomariyah hanya 43 suara. Disusul Ponco 25 suara serta Imam hanya 5 suara. Suara Amat Antono hampir mendominasi perolehan suara di sebagaian besar TPS di Kota Santri. Sehingga diprediksikan pasangan itu muncul sebagai pemenang dalam Pilkada.

Hasil Sementara Pilkada Pekalongan 2011
1. Pasangan calon Imam-Cashuri Memper Oleh suara 1,6 persen.
2. Pasangan Ponco-Broto dengan Memper Oleh suara 4,88 persen.
3. Pasangan Qomariyah-Riswodi Memperoleh Suara 33,63 persen
4. Pasangan Antono-Fadia Memperoleh Suara 59,88 persen.

Sumber Berita Lampung: Hasil Quik Count Pilkada Kabupaten pekalongan 2011 |Terkini

Lanjutkan..

Sidang Kasus Dugaan Korupsi SMS

11 November 2010

Dalam sidang kasus dugaan korupsi sertifikasi massal swadaya (SMS) terungkap dengan biaya Rp 500 ribu bisa mendapatkan sertifikat tanah. Demikian disampaikan salah seorang saksi, Mudakir selaku Lurah Pringlangu, Kecamatan Pekalongan Barat. Awalnya JPU Cumondo Trisno SH mempertanyakan kepada saksi, berapakah biaya yang dibutuhkan untuk membuat sertifikat? Lalu saksi menjawab Rp 707.000. Kemudian JPU bertanya lagi, apakah ada sertifikat yang jadi meski biayanya kurang.



"Saudara saksi, ada pemohon yang biayanya kurang, tapi jadi nggak sertifikatnya?," tanya JPU. Jadi, jawab saksi. "Tolong panitera dicatat," sambung JPU. Lalu saksi menjelaskan jika ada satu pemohon dalam program SMS ini yang menitipkan uang Rp 500 ribu kepada Kelurahan untuk pembuatan sertifikat. Padahal sesuai yang tercantum dalam ketentuan BPN dan nota dinas biaya pembuatan sertifikat dalam program SMS ini mencapai Rp 707.000.

Lalu JPU kembali menelisik dengan pertanyaan lainnya, apakah ada jasa PPAT untuk camat, aktanya ada nggak, apakah saat menyetor kepada camat memakai kuitansi? "Nggak ada. Saya lapor pake lisan, karena saya nggak nanyakan apakah ada kuitansi," jawab saksi

Majelis hakim yang dipimpin Hakim Wiwin Arodawanti SH MH mempertanyakan apakah di Kelurahan Pinglangu ada masalah selama program SMS berlangsung? "Tidak ada masalah dan tidak ada yang keberatan," jawab saksi. Diketahui, di keluarahan Pringlangu terdapat 26 pemohon sertifkat yang sudah jadi sejak tanggal 18 Februari 2010.

Sementara itu, Penasehat Hukum (PH) Arif NS SH, juga bertanya kepada saksi, kalau tidak ada akta, apakah ada blangko-blangko yang ditandatangani camat? Dan kalau hanya nota dinas tanpa persetujuan walikota apakah bisa melakukan pungutan? "Ada dua blangko yang ditandatangani camat. Dalam nota dinas ada persetujuan walikota," jawab saksi lagi.
Dalam sidang SMS Pekalongan Barat dan Timur dilakukan pemeriksaan 12 orang saksi, yakni 6 dari Kecamatan Pekalongan Barat dan 6 dari Kecamatan Pekalongan Timur.

Sumber: Radar Pekalongan

Lanjutkan..

Anak Punk Digaruk Karena Dianggap Meresahkan

09 November 2010

Karena diduga meresah masyarakat, sebanyak 19 anak Punk yang berasal dari luar daerah digaruk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekalongan di Pom bensin Medono, Senin (8/11).



Informasi yang dapat dihimpun, ke-19 anak punk yang berasal dari Jakarta dan Surabaya tersebut datang ke Pekalongan untuk menonton band yang diadakan di Gedung Kesenian Daerah (GKD) Kajen. Setelah acara selesai, mereka bergerombol nongkrong di Pom Bensin Medono.

Pada saat bersamaan, Satpol PP sedang menggelar penertiban Spanduk yang kadaluarsa. Melihat ada gerobolan anak punk yang meresahkan warga, petugas langsung mengamankan mereka dan membawanya ke kantor Satpol PP dengan menggunakan truk. Selanjutnya, satu per satu anak yang mengenakan baju hitam tersebut didata. Dari pendataan tersebut diketahui semuannya berasal dari luar daerah Kota Pekalongan, yaitu Jakarta dan Surabaya.

Untuk kebaikkan, anak-anak yang konon menganut kebebasan tersebut dilakukan pembinaan dan kemudian dibawa ke Rumah Panti Sosial Berbasis Masyarakat (RPSBM) di Jalan Hos Cokrominoto, Kuripan Kidul.

Salah satu anak Punk asal Tanggerang, Sandi (11), saat ditemui mengaku datang ke Pekalongan untuk mengikuti band di Kajen, dengan menempuh perjalanan selama 3 hari. "Kami mendapat undangan dari temen-temen anak Punk melalui Facebook," ungkap anak yang mengaku kelas 5 SD itu.

Sementara itu, komandan regu Satpol PP Kota Pekalongan, Sutarno membenarkan pihaknya mengamankan 19 anak punk di Pom bensin Medono, saat menggelar penertiban Spanduk kedaluarsa di Jalan Urip Sumoharjo. "Melihat mereka bergerombol, kami langsung mengamankan dan medata. Dari pendataan, ternyata sebagian besar mereka berasal dari Jakarta dan Surabaya. Untuk pembinaan, merela kami bawa ke RPSBM," ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Satpol PP Kota Pekalongan, Widaryanto. Kata dia, penertiban tersebut dilakukan karena selama ini banyak masyarakat yang mengeluhkan adanya anak Punk yang berkeliaran di Kota Pekalongan. Makanya, pihaknya langsung merespon keluhan dari masyarakat.

"Saat anak Punk berada di pom bensin Medono, Jalan Urip Sumoharjo, mereka langsung kami tertibkan, karena banyak masyarakat yang resah adanya anak Punk. Sekaligus menegakan Peraturan Daerah (Perda) tahun 1993 tentang Kebersihan, Keamanan, dan Keindahan (K3)," ucapnya.

Menurutnya, selama ini Satpol PP Kota Pekalongan sudah berhasil menangkap ratusan anak Punk yang kerkeliaran. "Mereka semua sebagian besar yang tertangkap berasal dari luar Kota Pekalongan," ungkapnya.

Sumber: Radar Pekalongan

Lanjutkan..

Aniaya Warga, Oknum Satpol PP Diperiksa

03 November 2010

Oknum Satpol PP Kabupaten Pekalongan menganiaya salah satu warga Desa Ponolawen Kecamatan Kesesi, Taryadi (37) hingga membuat tangan kirinya patah. Informasi yang berhasil dihimpun Blogger Pekalongan pada Rabu (3/11), penganiayaan itu terjadi pada Senin (1/11) sekitar pukul 15.00 WIB. Berawal dari dua orang oknum Satpol PP, yang bernama WH (30) dan De (32), masing-masing mengendarai sepeda motor.



Saat melintas di jalan raya Bojong, kedua petugas tersebut berpapasan dengan Taryadi yang juga mengendarai sepeda motor. Diduga karena saling beradu pandang, dan dan dikira menantang, oknum Satpol segera mencegat Taryadi, dan membentak karena dikira menantang. Selanjutnya, tanpa banyak berucap, kedua oknum Satpol PP itu memukul dan menendang Taryadi. Akibatnya, Taryadi yang berprofesi sebagai pedagang itu tersungkur di jalan, dan tangan kirinya patah. Sementara kedua pelaku penganiayaan bergegas pergi.

Setelah kejadian tersebut, Taryadi lansung dilarikan ke RSUD Kajen untuk diobati luka-lukanya. Selanjutnya, dirinya melaporkan kejadian yang dialaminya tersebut ke Satreskrim Polres Pekalongan.

Kapolres Pekalongan AKBP Edy Murbowo melalui Kasatreskrim Polres Pekalongan AKP Bambang Purnomo membenarkan kasus penganiayaan tersebut. Setelah menerima laporan dari korban penganiayaan, pihaknya segera menyelidikinya, dan segera mengamankan kedua pelaku penganiayaan.

"Setelah kami menerima laporan kasus penganiayaan tersebut, segera melakukan penyelidikan. Dan kedua pelaku penganiayaan sudah berhasil kami tangkap," tuturnya.

Bambang melanjutkan, kedua tersangka dijerat pasal 170 ayat 2 junto pasal 351 tentang penganiayaan hingga menyebabkan luka berat, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

"Dijerat pasal 170 junto pasal 351, dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara," imbuhnya.

Sementara itu, Kasatpol PP Kabupaten Pekalongan Subiyanto saat dihubungi Radar menyanggah masalah itu. "Nggak benar itu," ucapnya singkat.

Sumber: Radar Pekalongan

Lanjutkan..

LSM Merah Putih Demo di PN Pekalongan

25 Oktober 2010

Puluhan warga yang tergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Laskar Merah Putih, berunjukrasa di Pengadilan Negeri Kota Pekalongan, Senin (25/10).
Mereka menuntut supaya kasus-kasus dugaan korupsi segera dituntaskan. Mereka juga meminta agar penanganannya tidak berlarut-larut. Mereka menuding, terdapat kelambanan dalam penanganan kasus sidang Sertifikat Masal Swadaya (SMS) dan tanda tangan palsu dengan tersangka Super Abdol selama ini.

Unjukrasa yang digelar oleh puluhan anggota LSM Laskar Merah Putih tersebut belangsung di dalam halaman parkir Pengadilan Negeri Pekalongan mulai pukul 11.10 saat berlangsungnya sidang Kasus SMS yang menyeret 4 Camat di Kota Pekalongan.
Mereka juga membentangkan pamflet yang beberapa diantaranya bertuliskan: 'Tanda tangan Aspal Kok Tidak, SMS Juga Tidak' sedangkan 'Curi Permen ditahan', Jangan Tebang Pilih 'Tegakan hukum.' Dalam orasinya, mereka menduga ada diskriminasi penanganan kasus sidang itu.

"Kami minta, Pengadilan Negeri harus adil dalam menangani semua kasus, jangan tebang pilih," tegas Ketua Forum Bersama LSM Laskar Merah Putih, Moch Zaenal Arifin dengan keras dan sembari mengacungkan genggaman tangan.

Mereka juga menuntut agar aparat penegak hukum menangkap aktor di belakang kasus SMS dan tanda tangan palsu tanpa memandang itu pejabat atau rakyat kecil.
"Kenapa terdakwa seorang nenek pencuri 5 permen coklat ditahan, sementara empat Camat terdakwa kasus sertifikasi masal bebas tidak ditahan? Tindak tegas seadil-adilnya aktor intelektual yang menjadi dalang itu semua dibelakangnya," tambah Zaenal.

Saat berunjuk rasa berlangsung selama 30 menit tersebut, tidak ada satupun pejabat dari Pengadilan Negeri maupun Kejaksaan yang menemui mereka, hanya beberapa anggota Satreskrim Polres Pekalongan Kota, yang berjaga-jaga. Tidak lama kemudian, mereka membubarkan diri.

Sementara Humas Pengadilan Negeri, Esthar Oktavi saat dikonfirmasi via telepon pada pukul 19.00 mengaku humas sekarang sudah diganti Sukmawati.

Lanjutkan..

Info MTQ Pelajar Jateng XXVI di Kabupaten Pekalongan

05 Agustus 2010

Sebelumnya sudah diprediksi bahwa akan terjadi persaingan ketat di beberapa cabang dalam MTQ Pelajar Jateng XXVI di Kabupaten Pekalongan. Persaingan tersebut diantaranya terjadi di Cabang Tahfidz dan Tilawah.

Untuk Tahfidz Lima Juz SMA/MA/SMK misalnya, persaingan ketat terjadi antara Kabupaten Pekalongan dan Temanggung. Begitu juga di Cabang Tilawah SD/MI.

Baberapa hakim saat istirahat menilai, peserta di Cabang Tilawah SD/MI rata-rata sangat bagus. ''Untuk tilawah SD/MI kualitasnya bagus dan bisa bersaing di tingkat nasional,'' ujar Istiqomah, salah satu anggota dewan hakim yang juga alumnus Institut Ilmu Alquran (IIQ) Wonosobo (sekarang Universitas Sains Alquran) .

Hingga beita ini ditulis, belum ada dewan hakim yang mengumumkan juara di setiap cabang, meski sebagian besar perlombaan sudah selesai. Di beberapa cabang bahkan ada dewan hakim yang masih bersidang karena ada nilai yang sama.

Persaingan seru tidak hanya terjadi di MTQ Pelajar, pada Festival Rebana VII yang digelar di Gedung Kesenian juga berlangsung meriah. Bahkan sebagian besar peserta berhasil memukau para penonton yang memadati tempat duduk utama, Selasa malam (3/8).
Nuansa Kolosal Delapan peserta yang tampil pada malam pertama menampilkan tontonan bernuansa kolosal. Salah satu yang menarik perhatian adalah dari Salatiga yang menggabungkan rebana dengan drum dan perkusi lain, serta tarian dengan koreografi modern dari Timur Tengah.

Lengkingan lagu dan shalawat dari para penyanyi menjadikan festival ini gegap gempita. Nuansa daerah tidak hanya ditunjukkan dengan penggunaan alat perkusi tradisional, namun juga kostumnya.

Para penonton yang sebagian besar merupakan kafilah dari berbagai daerah, saling memberikan semangat dan tepuk tangan begitu dearahnya tampil. Begitu juga saat tuan rumah yang mendapatkan nomor undian delapan tampil, sorak sorai penonton pun terdengar meriah. Tuan rumah juga mengombinasikan rebana dan shalawat dengan tarian dan musik modern.

Para peserta festival yang bersaing memperebutkan Piala Gubernur dan total hadiah Rp 27 juta lebih itu harus memainkan lagu wajib Ya Raait dan memilih satu lagu pilihan di antaranya Ya Sayyidi Ya Rasulullah dan Sujudku.

Kabupaten Rembang akhirnya keluar sebagai Juara Umum MTQ Pelajar Jateng XXVI di Kajen, Kabupaten Pekalongan, 2-5 Agustus setelah melalui persaingan ketat.

Lanjutkan..

Kasus DAK Mandeg, Ada Apa ?

09 Desember 2009


Kasus Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2008 yang sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pekalongan, hingga sekarang masih jalan ditempat. Kejari dinilai lamban, dalam mengusut adanya dugaan ketidakberesan dalam pelaksanaan DAK pendidikan 2008. Padahal kedua masalah tersebut telah ditangani kejaksaan cukup lama.
Koordinator Forum Masyarakat Pekalongan Bersatu (FMPB), Mustofa Amin, mengatakan, masyarakat membutuhkan kejelasan atas kasus yang muncul dan saat ini tengah ditangani Kejari Kajen. Misalya adanya dugaan penyimpangan pada pelaksanaan DAK pendidikan SD/MI 2008," ucapnya.
Banyak pihak yang berharap kejaksaan dalam bekerja bisa lebih cepat, dan lebih serius. Yang dibutuhkan masyarakat adalah perkembangan dan kejelasan proses hukum dari kasus yang tengah ditangani.

Lanjutkan..

Pedagang Resah Akibat Pembangunan Tol Batang-Pekalongan

26 November 2009

Jalan tol transjawa melewati Batang-Pekalongan yang akan segera dibangun, membawa kebahagiaan sekaligus kekhawatiran. Kebahagiaan, karena akan mengurai kemacetan yang sekian lama dikeluhkan para pengemudi yang melewati jalur itu. Namun di sisi lain, pembangunan jalur bebas hambatan ini meresahkan para pedagang di Pasar Setono Pekalongan. Pasalnya, rute tol di wilayah Pekalongan-Batang tidak melewati jalur pantura, tempat pasar grosir itu berada.



Direncanakan, tol sepanjang 39 km itu membentang dari Kecamatan Sragi, Bojong, Kedungwuni, Pekajangan, Buaran, dan Karangdadap (Kabupaten Pekalongan). Kemudian menembus ke wilayah Kabupaten Batang melewati Kecamatan Warungasem dan Kecamatan Batang. Semua wilayah yang dilewati rute jalan tol berada di wilayah selatan kabupaten Pekalongan dan Batang, sementara Pasar Grosir Setono berada di wilayah utara Kota Pekalongan yang berbatasan dengan Kota Batang.

Para pedagang Pasar Grosir Setono, khawatir omzet harian penjualan batik, tekstil, kain ATBM, dan konfeksi, menurun akibat pembangunan jalan tol transjawa itu. Mereka berpendapat, para pengendara mobil dan bus wisata pasti lebih meminati tol daripada jalur pantai utara. Perwakilan pedagang, melalui Pemerintah Kota Pekalongan, mengusulkan kepada Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) untuk memasang rambu petunjuk aneka tujuan wisata di Kota Pekalongan, termasuk wisata belanja di Setono, di ruas-ruas jalan tol baru itu.

"Pasar Grosir Setono merupakan wisata belanja batik yang mengandalkan pembeli luar kota yang sering melewati jalur pantura, terutama ketika mudik dan arus balik. Jika jalan tol jadi, kemungkinan banyak di antara mereka memilih jalan tol agar cepat sampai," kata Mila, salah seorang pedagang.

Pada hari-hari biasa, lebih kurang ada 1.000 pengunjung per hari. Mobil pribadi yang masuk pasar berjumlah sekitar 100 unit, sementara bus dan travel masing-masing 5 unit, belum lagi para pengendara motor yang datang dari luar maupun dalam kota. Menjelang dan sesudah Lebaran, pengunjung yang datang berjumlah sekitar 5.000 orang. Jumlah mobil yang masuk sekitar 300 unit, travel 15 unit, dan bus 20 unit. "Perlu pembuatan petunjuk jalan ke tempat-tempat wisata," kata Nadhirin Khasani, Manajer Operasional Pasar Grosir Setono.

Sumber: Suara Merdeka dot com

Lanjutkan..

REALISASI FORMASI CPNS GURU TK Th.2009

24 November 2009

Dalam release Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan Jum'at kemarin, Untung Budi Santoso, SH.MH selaku Kabag Humas menyebutkan bahwa mengingat banyaknya pertanyaan dari warga masyarakat khususnya anggota Ikatan Guru Taman Kanak-kanak (IGTK) Kabupaten Pekalongan berkaitan dengan rincian formasi CPNS Guru TK dan persyaratan kualifikasi pendidikannya, Bupati Pekalongan melalui surat Bupati Nomor 810/635/2009 tanggal 8 September 2009, telah mengusulkan rincian pengadaan CPNS Formasi th.2009. Didalam usulan tersebut termasuk formasi Jabatan Guru TK dengan kwalifikasi pendidikan S-1 PGTK/PAUD, Psikologi + Akta IV/Sertifikasi Profesi dan D-II PGTK kepada Mentri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan).

Langkah tersebut sebagai bukti respon Pemkab terhadap aspirasi masyarakat, namun demikian setelah melalui proses koreksi dari Pejabat Kantor Menpan,usulan rincian dimaksud tidak dapat direalisasikan. Salah satu usulan yang terkoreksi adalah usulan pendidikan D-II PGTK untuk formasi jabatan guru TK dengan alasan menyongsong berlakunya Undang-Undang tentang guru dan dosen.

Dengan pertimbangan besarnya minat lulusan D-II PGTK untuk dapat melamar CPNS, Bupati Pekalongan Dra. Hj. Siti Qomariyah, MA kemudian melayangkan kembali surat usulan perihal ralat usulan rincian tambahan formasi CPNS ke Menpan. Dalam surat tersebut antara lain diusulkan agar D-II PGTK dapat digunakan untuk persyaratan guru TK. Namun demikian usulan tersebut tidak disetujui Menpan sehingga dalam pengumuman seleksi CPNS, Pemkab menggunakan persetujuan awal Menpan yaitu dengan surat Nomor: 169/MPAN/9/2009 tanggal 9 September 2009. Dengan pertimbangan tersebut maka dalam pengumuman formasi CPNS Kab. Pekalongan Tahun 2009, formasi guru kelas TK ditetapkan harus berasal dari lulusan S-1 PGPAUD/S-1 PGTK dengan alokasi dua orang. (dhee2-Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan).

(Sumber : Situs resmi kab pekalongan)

Lanjutkan..

Kondisi Warga Gunung Telu Pasca Bencana

01 Juli 2009

Hampir Di semua daerah di Indonesia, penanggulangan bencana selalu saja lambat. Seandainya pihak berwenang cepat tanggap mengurusi hajat hidup warga yang terkena musibah secepat anggota dewan rapat ketika membahas kenaikan anggaran untuk mereka sendiri, tentu banyak yang terselamatkan dan setidaknya duka karena bencana tidak berkepanjangan karena merasa tidak sendirian menghadapi murka alam.

Penanggulangan bencana tanah longsor dan jalan putus di Gunung Telu, Kutorojo, Kecamatan Kajen belum lama ini yang mengakibatkan terisolirnya sejumlah warga, terkesan lamban. Semenjak bencana terjadi sepekan kemarin, hingga kini warga masih terisolir.

Hingga kini warga Gunung Telu, paska bencana tanah longsor, masih dihantui perasaan was-was. Warga betul-betul dilanda rasa kecamasan, hampir kurang lebih sepekan jalan putus akibat longsoran, warga terus bertahan dalam pengungsian dirumah-rumah tetangga. Aktivitas jalur ekonomi juga belum kembali pulih. Warga hanya menunggu tangan panjang pemerintah, yang tak kunjung datang.

"Akibat jalan putus sepekan kemarin, hingga kini keberadaannya belum berubah. Sama sekali belum mendapatkan penanganan. Kalaupun ada hanya bantuan sembako. Kenapa penanganan jalan putus tak secepatnya ditangani yang merupakan infrastruktur vital. Pemerintah terkesan lamban," ujar pemuda asal Gunung Telu, yang namanya enggan dikorankan, kemarin.

Lanjut dia, mestinya begitu ada bencana, minimal ada penanganan pertama. Tidak harus menunggu berlarut-larut seperti ini. Hingga kini, warga diambang tidak kejelasan, meski harus hidup terus mengungsi.

Sementara itu Kepala Kesbanglinmaspol Kabupaten Pekalongan, Sigit Sridoyo ketika dikonfirmasi mengatakan, untuk sementara ini untuk bencana tanah longsor di Gunung Telu masih dalam kajian tim teknis, baik dari pemda maupun provinsi.

Kata dia, tim sudah turun kelapangan, untuk dapat mendesain penanganan akibat bencana Gunung Telu. "Rencana awal akan dibuat jalan baru, dengan menggebral makam warga yang letaknya diatas jalan yang ambrol. Namun demikian, karena disitu ada pohon besar yang katanya dikeramatkan warga Gunung Telum. Hrapan kami semoga penanganan di Gunung Telu dapat secepatnya tertangani, sambil menunggu hasil tim teknis dari provinsi," ujar Sigit.

Lanjutkan..

TITISAN DARAH PANTURA

29 April 2009

Anak anak Pekalongan dibesarkan dengan didikan wira usaha yang kuat. sehingga pada usia dewasanya membekas dalam benaknya menjadi seperti leluhurnya. Pedagang, pebisnis dan pembuat perusahaan sendiri. Budaya itu sudah ada semenjak nenek moyangnya dulu hingga kini. Petarung sejati dibidang wirausaha adalah sebuah pilihan harga mati untuk masyarakatnya.

Tapi belakangan ini sudah mulai memudar beriringnya susahnya menjadi wiraswasta. Banyak generasi sekarang yang sudah beralih fikiran benjadi pegawai atau PNS. Begitu ujian PNS ada, luar biasa peminatnya. ribuan orang berlomba mendapatkannya.

Ironis memang kota yang dulunya sebuah kota industri, sekarang berubah menjadi pengexport pegawai. Semuanya berganti dengan beriringnya carut marutnya negara ini. Mencari nafkah dengan berdagang serasa sulit untuk bersaing dengan barang barang import yang harganya lebih murah dari produk lokal. Batik Pekalongan kalah bersaiing dengan Batik China dan masih banyak lagi.

Entah 20th lagi mungkin sudah sulit sekali dijumpai anak anak titisan darah pantura yang menjadi Wira Usahawan sejati.

JANGAN BIARKAN SEMUANYA TERJADI.

TETAPLAH MENGARIR ANAK CUCUKU DARAH PANTURA, SEBAGAI WIRA USAHAWAN SEJATI..............

Lanjutkan..

Kolom Sastra

 
 
 

Belajar Blog

Belajar SEO

Belajar Bisnis Online