Seorang pria tanpa identitas tewas setelah tertabrak kereta api barang di perlintasan kereta api Kelurahan Sapuro, Kecamatan Pekalongan Barat hari Jum’at (29/06) sekitar pukul 11 siang.

Pria yang diperkirakan berumur 30 an tahunan ini ditabrak Kereta Api barang Loko nomor 1010 yang datang dari arah barat ke timur di perlintasan kereta api yang berada di sebelah utara Tempat Pemakaman Sapuro.
Suhaimin warga Sapuro mengatakan ia kaget melihat kereta api barang berhenti mendadak. Setelah dilihat ternyata kereta telah menabrak pria tanpa identitas tersebut.
Suhaimin menjelaskan korban diduga tersandung ketika akan menyeberang di sekitar palang pintu kereta api Bendan,namun naas pada saat bersamaan kereta api barang melintas sehingga tubuhnya terseret hingga ke wilayah Sapuro.
Sementara itu Juru Bicara Kepolisian AKP Purwanto kepada Radio Kota Batik mengatakan berdasarkan kondisi korban di TKP diduga korban memiliki niat untuk bunuh diri.
Purwanto menjelaskan pihaknya hingga kini cukup kesulitan dalam melakukan penyidikan penyebab terjadinya kecelakaan karena tidak ada saksi yang melihat secara langsung saat tabrakan.
Purwanto menambahkan bagi warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya bisa datang ke Rumah Sakit Bendan.Ciri-ciri dari korban adalah menggunakan celana pendek jeans biru tubuh agak gempal dan tinggi sekitar 170 an cm.
Sabtu pagi, tersiar kabar bahwa korban tewas tertabrak kereta tersebut adalah Kapi alias Kapuk warga desa Pakisputih kecamatan Kedungwuni.
Info Pekalongan
Blogger Pekalongan
Lintas Indonesia
Informasi Dunia PTC
Cellular Corner
Warga Pakisputih Tewas Tertabrak Kereta Api
30 Juni 2012Diposting oleh Cah Pekalongan di Sabtu, Juni 30, 2012 0 komentar
Label: berita pekalongan, kedungwuni, pakis putih, tabrak kereta
Tukang Becak Perkosa Anak SD
13 Januari 2012Malang nian nasib Bunga (nama samaran), gadis belia 12 tahun warga desa Pakis Putih kecamatan Kedungwuni kabupaten Pekalongan. Seorang tukang becak yang juga tetangganya tega merampas mahkotanya. Entah bagaimana masa depan gadis malang tersebut. Bagaimana kisah pemerkosaan anak SD oleh tukang becak?
Gambar ilustrasi (Republika.co.id)
Kejadiannya pagi ini, Jumat 13 januari 2012. Seorang sumber mengatakan bahwa Bunga sedang jalan-jalan pagi bersama 2 orang kawannya. Ketika lewat depan POM bensin di desa Pakis Putih kecamatan Kedungwuni, seorang tetangganya yang berprofesi sebagai tukang becak, sebut saja Bandot, memanggilnya. Entah diiming-imingi apa sehingga Bunga mau menghampiri Bandot sehingga akhirnya terjadi pemerkosaan. Sebagai uang tutup mulut, Bandot memberi Bunga Rp 50ribu dengan pesan untuk tidak memberitahukan siapa-siapa kejadian tersebut.
Namanya anak, tetap saja bunga tidak bisa menyimpan rahasia. Anehnya, ibu korban terkesan tidak peduli dan tidak melaporkan kejadian tersebut ke pihak yang berwajib. Malahan, kejadian ini seakan-akan dirahasiakan. Hanya saja barang busuk tetap tercium kemana-mana. Sebagai catatan, Bandot memang sering memberi uang pada bunga, kadang Rp 5ribu kadang Rp 10ribu.
Jika kejadian seperti ini didiamkan, tidakkah Bandot akan merasa aman untuk mengulangi perbuatannya lagi? Tidakkah Bunga bakal menjadi korban lagi? Bukankah akan bermunculan "bandot-bandot" lain yang akan menambah daftar "bunga-bunga" lain sebagai korban? Semoga yang bersalah mendapat balasan setimpal.
Diposting oleh Cah Pekalongan di Jumat, Januari 13, 2012 0 komentar
Label: berita pekalongan, kedungwuni, pakis putih, pemerkosaan